Kubah Masjid Roboh di Lamongan

Kubah Masjid Roboh di Lamongan , pada tanggal 24 januari 2015 lalu masjid yang berada di daerah lamongan ambruk. Kejadian ini terjadi ketika santri sedang mengaji dan menunaikan ibadah sholat asar. Akibat dari robohnya masjid ini memakan satu korban yaitu seorang anak yang sedang belajar mengaji tewas di tempat kejadian karena tertimbun reruntuhan. Selain itu juga ada korban yang mengalami luka berat dan ada juga korban yang belum diketahui keberadaannya. Semua korban dari peristiwa ini dilarikan ke rumah sakit lamongan.

Kronologis Kejadian               

Informasi dari warga sekitar bahwa peristiwa ini terjadi saat para santri sedang belajar mengaji di dalam masjid, dan tiba-tiba suara gemuruh terdengar dari atas bangunan, selang beberapa kemudian kubah masjid ini ambruk dan menimpa orang yang ada di dalam masjid. Kubah masjid ini sendiri memiliki tinggi tujuh meter. Kondisi dari masjid ini masih dalam tahap renovasi namun pada bangunan lantai dasar bisa digunakan untuk beraktifitas sedangkan lantai kedua masih tahap renovasi dan masih 50 persen proses pengerjaannya. Penyebab sementara dari obohnya masjid ini disebabkan oleh kurang bagusnya bahan bangunan untuk penyangga masjid  yang digunakan sehingga tidak dapat menahan beban kubah itu sendiri. Selain itu besi yang digunakan hanya besi berukuran kecil. Tidak hanya santri yang sedang mengaji saja yang menjadi korban peristiwa ini melainkan pekerja dari pembangunan ini juga emengalami lika berat akibat terjepit reruntuhan masjid. Hingga hari ketiga setelah peristiwa ambruknya masjid ini polisi masih belum menentukan tersangka,sementara itu penyidik baru meminta keterangan dari empat orang saksi. Semua para saksi ini diambil dari warga sekitar yang memiliki rumah di sekitar masjid. Sedangkan dari pihak pelaksana proyek pembuatan yaitu Zainal Abidin masih belum memberikan keterangan dikarenakan  masih perjalanan melaksanakan ibadah umroh. Informasi yang didapat dari para saksi belum bisa disimpulkan dikarenakan para saksi ini hanya sebatas mengetahui peristiwa ini setelah beberapa saat kubah ini ambruk. Pelaksanaan proyek ini sendiri ditangani oleh zainal abiding sendiri. Sebenarnya dari proses pembangunan, masjid ini sudah hampir selesai namun yang terjadi bukan tambah bagus melainkan masjid ini malah roboh. Sembari menunggu ketua pelaksanaan proyek ini yaitu zainal abidin, penyidik meminta keterangan sejumlah para saksi dan penyidik juga melakukan penyelidikan terhadap material yang digunakan untuk pembuatan masjid ini. Saat peristiwa robohnya masjid ini terjadi tidak hanya warga sekitar yang melihat kejadian ini tetapi warga dari luarpun juga berbondong-bondong untuk melihatnya secara langsung. Sebelumnya masjid robph ini telah menewaskan seorang bocah yang berumur 9 tahun bernama Bunga Nafisah dan membuat 6 orang pekerja mengalami luka berat. Memang kejadian ini tidak berlangsung lama hanya hitungan detik masjid ini roboh dan membuat orang yang berada di dalamnya terluka. Karena keponya atau penasarannya warga sekitar nekat untuk menerobos garis polisi yang sudah dipasang. Warga yang menerobos garis polisi ini tidak memperdulikan lagi bahaya yang akan terjadi kita menerobos garis polisi karena sangat penasarannya hal yang bahaya pun tidak dihiraukan kembali. Hal yang membuat mereka penasaran yaitu mereka ingin melihat lebih dekat kejadian ini. Selain itu juga ada warga yang mencoba menganalisis sendiri penyebab dari runtuhnya masjid ini. Warga tersebut bernama Nur Hidayatun, ibu ini dating bersama keluarga lantaran informasi yang didapat sangat memprihatinkan. Meskipun sudah ditangani oleh penyidik kepala desa dari desa ini juga melapor terkait runtuhnya masjid ini, dengan tindakan dari kepala desa ini juga dijadikan sebagai pedoman polisi agar dapat melangkah lebih lanjut dalam menyelesaikan peristiwa ini.