Kisah masjid terapung di Palu

Kisah masjid terapung di Palu merupakan kejadian yang sungguh diluar nalar dan logika manusia. ada banyak masjid yang masih bertahan kokoh pasca terjadinya musibah gempa bumi dan tsunami. masjid-masjid ini tetap berada ditempatnya tidak bergeser sedikitpun sedangkan pemukiman penduduk, ruah dan bangunan-bangunan yang disekitarnya hancur menjadi rata seperti tanah.

KISAH MASJID TERAPUNG DI PALU

Masjid apung di palu terletak di wilayah pantai palu yang kondisi bangunannny diatas laut, sehingga disebut masjid apung. karena terlihat seperti mengapung diatas laut. masjid ini dibangun sebagai tempat ibadah bagi warga atau masyarakat yang sedang melancong atau bertamasya di daerah pantai palu. masjid ini sudah lama dibangunnya dan menjadi destinasi yang favorit bagi warga masyarakat yang sedang melakukan kunjungan wisata ke daerah pantai palu dan sekitarnya.

walaupun kondisi nya berada di bibir pantai ketika gempa dan tsunami terjadi di daerah pali dan sekitarnya, kondisi masjid ini hampir masih utuh, ada beberapa bagian yang rusak karena diterjang dahsyatnya gelombang tsunami pasca gempa di jumat sore tersebut’.

berdasarkan penuturan saksi mata dan warga yang mengalaminya, ketika akan dilaksanakan sholat maghrib terasa guncangan gempa yang sangat dahsyat, sehingga menyebabkan berhamburan warga meninggalkan masjid menuju tempat yang aman.

ketika gelombang tsunami menghadang semua bangunan di sekitar masjid hancur lebur dengan kondisi rata dengan tanah. tetapi masjid apung masih kokoh berdiri di tempatnya walaupun sudah miring karena dahsyatnya terjangan tsunami.

LETAK MASJID APUNG

Masjid apung atau nama asli masjid nya adalah Masjid Arwam Bab Al Rahman masjid ini terletak di jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat Kota Palu. Masjid yang terletak di bibir pantai talise ini menjadi masjid yang terkenal di kota palu, semua wisatawan baik domestik maupun mancanegara selalu ingin mendatangi masjid ikon kota palu ini. letak masjid yang berada di kawasan wisata ini selalu ramai dipadati pengunjung selain untuk beribadah banyak juga pengunjung yang berswa foto karena tempatnya memang eksotik dan sangat bagus sekali jika di jadikan foto dan pemandangan

SEJARAH MASJID APUNG

Masjid Apung kota palu ini di bangun oleh seorang pengusaha sukses yang bergerak di bidang SPBU, pengusaha yang memiliki beberapa SPBU ini bernama Muhammad Hasan Bajamal. Hasan panggilan akrabnya mendirikan dan membangun masjid ini pada tanggal 19 Januari 2011 alasannya untuk mengenang jasa almarhum Syekh Abdullah Raqi atau Datuk Karama. Datuk karama merupakan ulama asal minangkabau sumatera barat yang diyakini warga palu sebagai orang pertama yang mengajarkan agama dan sebagai pensiar agama islam pertama sejak abad ke-17.

pembangunan masjid selesai kurang lebih satu tahun lamanya. pada tanggal 19 Januari 2012 pembangunan selesai dan diresmikan oleh Gubernur Sulawesi tengah pada saat itu yaitu Longki Djanggola. peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh walikota palu Rusdi Mastura.

FUNGSI MASJID

Selain untuk mengenang jasa- jasa dari datuk karama pembangunan masjid ini juga bertujuan untuk meningkatkan kembali syiar islam dan menghilangkan kemaksiatan yang sering terjadi di sekitar lokasi itu. sebelum terbangunnya masjid ini, lokasi ini terhubung langsung dengan dua pusat hiburan malam palu seperti kafe remang-remang di pantai Taman ria  dan lokalisasi pantai Talise yang merupakan tempat banyak nya para pekerja seks komersial (PSK) menjajakan diri.

dahulu lokasi masjid  ini menjadi sarang maksiat anak-anak muda, dijadikan tempat nongkrong-nongkrong, mabuk-mabukan dan kegiatan-kegiatan maksiat lainnya. dan saat ini setelah masjid ini berdiri kegiatan -kegiatan maksiat sudah tidak ada lagi.

Masjid terapung ini merupakan salah satu masjid yang masih berdiri walaupun diterjang dahsyatnya tsunami Palu yang lalu walaupun kondisinya miring tetapi kalau melihat bangunan disekitarnya sungguh sangat ajaib, dan daerh pantai talise ini adalah daerah terbanyak korban ditemukan.

semoga ini menjadi hikmah bagi kita untuk selalu memuliakan masjid, ,membangun, merawat dan bahkan memakmurkan masjid-masjid kita dengan selalu hadir di masjid ketika sholat berjamaah dilakukan ada ungkapan yang sangat menggelitik kita ” jangan takut kalau sandal kita hilang di masjid, tapi takutlah ketika sandal kita tidak pernah ke masjid”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *