Kubah Masjid Nur Astana

Masjid nur astana merupakan masjid yang di bangun dengan kerjasama dari sebuah menerintahan Kazakhstan dan juga sersama pemerintahan yang berasal dari Qatar. masjid nur astana memiliki tanah seluas 4000 m2 yang juga merupakan masjid yang terbesar di Kazakhstan dan juga yang sangat menarik adalah masjid ini adalah masjid yang terbesar ke dua di asia tengah, masjid nur astana dapat menampung para jamaah sebanyak 5000 para jamaah .

Masjid nur astana di bangun pada tahun 2005 dan masjid ini telah selesai total di bangun dalam tahun 2008 dan sebuah pengelolaan yang di lakukan oleh spiritual association of muslim yang berada di Kazakhstan, masjidnut astana di bangun menggunakan batu granit dan juga beton sehingga masjid ini terlihat sangat kokoh dan juga kuat .

Banyak kemegahan yang dapat di lihat dari masjid nur astana, salah satunya adalah masjid ini memiliki bangunan kubah yang di lapisi dengan emas sehingga juka kubah terkena sinar matahari akan terlihat menyilau dengan warna yang sangat indah, di lengkapi dengan menara menara yang berjumblah empat menara yang memiliki tinggi dengan ketinggian 63 meter dengan juga pilar pilar yang berjumblah delapan pilar yang berukuran sangat besar dan yang indah adalah pilar pilar tersebut di hiaskan dengan tulisan tulisan kaligrafi yang sangat indah dan serta dengan pemandangan yang sangat mempesona.

Masjid nur astana memiliki tingkat 2 di mana pada tingkat yang ke dua adalkah tempat para jamaah putri  dan pada lantai bawah atau lantai satu adalah tempat untuk para jamaah putra . dalam pembangunan sangat di perhatikan karena agar menciptakan kawasan ibadah yang dapat membuat para jamaah merasa nyaman dan dapat khusyuk ketika berlangsungnya sholat ber jamaah.

Tinggi dari bangunan masjid nur astana memiliki tinggi 40 meter sedangkan untuk menara masjid nur astana mencapai 63 meter yang di mana maksud dari tinggi 63 meter adalah menyimbolkan dengan usia Nabi Muhammad SAW, sampai beliau wafat. Jika anda berkunjung ke masjid nur astana anda akan di seguhkan dengan keindahan  dalam masjid nur astana , para pengunjung akan di kagetkan dengan kemegahan dannjuga ke indahan  masjid nur astana yang bernuansakan modern yang berdominasikan dengan warna putih serta juga di lengkapi dengan lampu lampu gantung  yang berukuran sangat besar .

Masjid nur astana memiliki tempat parker yang sangat luas sehingga siapapun yang berkunjung ke masjid nur astana dapat mudah untuk memparkir kendaraan pribadinya , hal yang sangat menarik adalah di masjid nur astana memiliki kiswah atau yang bisa di sebut kain penutup Ka’bah yang sampai saat ini masih di simpan dan di rawat baik baik satu hal lagi yang perlu di ketahui bahwa masjid nur astana merupakan masjid pemberian dari pemerintahan Qatar yang pada saat itu sesuai dengan kesepakatan yang di buat oleh kedua Presiden Qatar dan juga Kazakhstan.

Kubah Masjid Agung Jami’ Malang

Kota Malang adalah kota yang banyak akan wisata baik wisata yang masih alami hingga wisata yang religi. Seperti halnya Masjid Agung Jami’ malang ini yang merupakan masjid tertua yang berada di kota malang. Masjid ini dianggap juga masjid yang mustajabah untuk berdo’a. Letak dai masjid jami’ ini berada di jalan merdeka barat no 3 kota malang. Letaknya pun cukup strategis yakni ada di sebelah barat alun alaun kota malang.

Sejarah Masjid Agung Jami’

Sebagai kota yang akan banyak memiliki tempat yang menarik untuk dikunjungi, kota malang ini memiliki masjid yang begitu megahnya seperti masjid agung jami’ ini. Masjid Agung Jami’ ini didirikan pada tahun 1890 masehi di suatu tanah goepernemen atau biasa disebut dengan tanah negara seluas 3 ribu meter persegi. Jikalau menurut sebuah prasati yang ada di Masjid Agung Jami’, masjid ini dibangun dalam dua tahap pembangunan yang pertama dilakukan pada tahun 1890 masehi dan tahap kedua dilakukan pada tanggal 15 maret tahun 1903 dan selesai pada tanggal 13 september 1903. Bangunan dari masjid ini berbentuk bujur sangkar dengan struktur bahan dari baja, bentuk atap dari masjid ini berbentuk atap tajug tumpang dua, dan sampai ini bangunan dari masjid ini masih dipertahankan.

Arsitektur Masjid Agung Jami’

Gaya arsitektur dari Masjid Agung Jami’ ini menggunakan arsitektur jawa dan juga arab. Gaya arsitektur jawa ini terlihat pada bagian atap masjid bangunan lama yang berbentuk tajug sedangkan unutk gaya yang berarsitektur arab terlihat di bagian menara masjid dan kontruksi yang berbentuk lengkungsn di sisi bukaan pintu dan juga jendela. Pada dasarnya seluruh bagian dari bangunan Masjid Agung Jami’ ini di mulai dari batas suci adalah sakral, hal ini dapat dilihat dari sebuah perbedaan tinggi lantai yang mana lantai yang sakral memiliki tinggi kurrang lebih 105 cm dari dasar tanah. Dan untuk dibagian mihrabnya atau tempat imam ini juga sakral juga karena di bagian belakang mihrabnya terdapat sebuah makam dari seorang leluhur dari masjid ini.

Bangunan dari Masjid Agung Jami’ ini di topang dengan 4 sokoguru utama yang bahannya dari kayu jati dan 20 tiang yang bentuknya memang dibuat dengan 4 kolom tersebut dibangunnya dengan tirakat penuh serta keihlasan oleh pendirinya dalam cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. meskipun telah dilakukan renovasi namun bagian asli dari masjid agung jami’ ini masih dlestarikan.

Untuk menjalankan salah satu kegiatan dakwah takmir dari Masjid Agung Jami’ ini membuat solusi alternatif yakni dengan mendirikan radio madina FM 99.8 dengan didirikan radio madina ini diharapkan agar menjadi suatu reverensi umat islam di malang raya dan juga sekitarnya dalam mempelajarinya. Di Masjid Agung Jami’ ini diselenggarakan pengajian umum secara rutin yakni dalam kegiatan berupa kuliah subuh di setiap harinya dan ada juga pengajian bakda maghrib yang biasanya diidi oleh para kyai yang ternama di kota malang.

Untuk menyediakan air bersih untuk melakukan aktivitas di masjid ini, takmir masjid membangun sebuah sumur, sumur bor artesis ini meski tidak dipompa air masih dapat keluar dengan sendirinya karena debit air ini dapat mencapai 15 liter per detiknya. Setelah di uji oleh PDAM air dari sumur ini dapat untuk langsung diminum. Pengeboran sumur ini menghabiskan dana sebesar 150 juta dan biayannya ditanggung oleh salah seorang yang dermawan